Monday, February 21, 2022

Being calm or being ambitious

 Assalamualaikum w.b.t.

These few days i start thinking again..not that i havent been thinking all this while. Its just most of the time the thoughts that i have processing in me is not worth telling or MAYBE just MAYBE it might hurt somebody.  So if i do not have nice things to say, i better not say anything at all.  So you can figure, how many days in a year i do have nice things to say/write...lol.  Jokes aside!

These few days, i saw a video/reel about Theory of Happiness by Einstein, who doesnt know him...i dont have to introduce.  Besides the fact that he has an unusual name (like mine), he is also known as a genius (like me)..its just that nobody knows that about me..lol.

Well back to what i am trying to write, Einstein said that in order for us to stay happy, we need to stay calm and have a modest life.  Yes i do have a modest life, alhamdulillah, but calm?!! Hmmm...let me share you the quote below.




Is this quote suggesting that do not pursue success because it will make you unhappy and restless?? what about for some people who are born that way, some of us need something to woke up to, some things that needs done therefore you need to get up and move.  Having something to do in my-to-do-list is what makes me tick.  Or else i will be lying down thinking, what am i to do, what is my purpose in life...and i will be miserable.  I am not saying that i have that list everyday, there are days that i like to have nothing-to-do in a day, other than my obligation and my relationship with Allah.  But most of the time i do have something to do, even if it's just organizing my kitchen, or making an apple struddle, yes that one also will be something that can make me calm and compose...lol.

Now, my to-do-list is not that long (i use to have 10 things to do in a day), and my KPI is based on weekly basis...last time lah! Nowadays, i have 1 KPI a month and that 10 things to-do is distributed in 30 days.  I think that has made my life calmer and relax.  Of course i do have my plants to help me in that area as well.  Do you know that putting your hands in soil will discharge you of negativity...thats just a thought, but you should try it too!

Salaam.


Monday, February 14, 2022

Menulis kembali

 Tak sangka, blog ni masih hidup... dah lama tinggalkan..sebab tak jumpa bagaimana cara nak kembalikan. Tiada janji untuk blog ini, hanya satu platform untuk menulis, mungkin akan disaring beberapa input sebelum ini.  Bukan hari ini, mungkin nanti.

Tuesday, July 25, 2017

I have been searching this blog for quite some time...hahahaha..because i loose the thoughts of having a blog in the first place and i forgot how to open it. This is the platform for me to write casually apart from the writing part that i have to do professionally. Now that i have found this..i hope i dont loose this later. I have a linked account now, please connect professionally with me via this link too. https://www.linkedin.com/in/dr-chemah-tamby-chik-4492a9b6/

Friday, May 6, 2011

Teman menangis sukar ditemui





Tiba-tiba terasa telah terlalu lama blog ini ditinggalkan. Bukannya tidak ada peristiwa yang berlaku malah banyak sungguh namun tidak semua perasaan hati perlu dikongsi bukan?

Tapi ada juga teman yang masih mencari aku untuk berkongsi rasa dan perasaan. Dan teman ini memang sangat rapat dengan hatiku kerana perasaannya dekat denganku. Tiap minggu pasti bertemu dan sepertimana aku, dia juga tidak semudah itu untuk berkongsi rasa dengan teman2 lain. Maka jadilah kami teman akrab terutamanya dalam soal hati dan perasaan wanita. Tidak sekali aku mengaku yang aku ini mahir dalam soal hati dan perasaan tetapi apabila teman ingin berbicara tidak sampai hatiku untuk menolak kendatipun dalam kesibukan dunia.

Maka jadilah kami penilai isu-isu wanita dan ayat-ayat yang disampaikan oleh pihak sebelah. Jadilah kami buffer untuk meneutralkan suasana masing-masing supaya terdapat perspektif yang satu lagi selain dari diri sendiri. Seringkali menurut pengalamanku sendiri, jika terlalu berfikir dan mencari jawapan kepada persoalan diri, bingung juga kepala ini. Tetapi kini, aku jarang bingung dengan soal diri, aku rasa tidak adil bagi diriku untuk memikirkan soal manusia lain kerana Allah telahpun menjadikan manusia itu seperti dirinya sendiri. Siapalah aku ingin menjadikan dia manusia lain, sedangkan dia yang kupilih sedari awal untuk sama-sama mencari keRedhaan Ilahi. Itu juga yang selalu aku bincangkan dengan temanku, terima manusia seadanya dan tidak perlu untuk menjadikan dia lebih baik (pada pandangan sendiri)..siapalah kita? Kita hanya mampu berdoa, biar Allah yang menjadikan dia lebih baik kerana kita tidak mampu menukarkan manusia menjadi apa sekalipun.

Dan setelah berbincang soal hati berjam-jam lamanya, kesimpulan terakhir yang kami boleh garapi adalah hidup ini satu perjuangan dan setiap ujian Allah yang didatangkan melalui manusia adalah platform untuk kita memperbaiki diri sendiri menjadi yang lebih baik. Bukannya untuk memperbaiki orang lain yang pada pandangan kita berbuat salah kepada hati kita. Setiap ujian adalah untuk hati kita belajar sabar, belajar berserah kepada Allah, belajar Redha dengan segala ketentuan Allah..lepaskan segala! Lepaskan apa saja perasaan, hanya hidup mencari Allah.

Wallahualam.

Wednesday, January 26, 2011

To write or not to Write

There is a saying that says.. Either u write something worth reading or Read something worth Writing.. something like that. And it refers to doing research.. everyday is a research because everyday u think of something and u have questions. But if the research does not benefits other people than it is not worth the time and effort of a research.

I notice my last blog entry was last year..and i thought that i might as well wait till march to write again. But then again..why wait!? But why the silence?!.. The silence was the results of me being so darn busy and writing up my blog falls 2nd or maybe last in my priority list. I have been writing academically and later maybe i will write on the things that i have been writing all this while..just maybe!

Many things have occurred to me but i always remember what my last boss has said.."if you dont have anything nice to say u better do not say anything".. and i try my best to keep that in mind..at least in my sanity mind!..

And i am still trying to swallow things up when i am angry and wanted to say things. I learned that i can swallow my bad words once, and if i desperately wanted to say things that can release my bottled steam..i 'swallow' again. And eventually the words are not relevant anymore. I have successfully doing that for a year...Alhamdulillah with the help of reading Quran everyday. I found that if i did not read Quran often enough the steam can forced itself out through my nose..now nobody wanted to see that incident isnt it..coz that wouldn't be nice!..:):)

Monday, March 15, 2010

NOT MAKING A DECISION IS A DECISION


Kata-kata itu sangat menarik! Ia menarik kerana ia secara tidak langsung menyimpulkan segala perasaan terbuku dalam hati. Selama ini selalu tertanya-tanya mengapa dan kenapa? Hingga akhirnya aku terbaca dalam kitab..jika kita asyik bertanya kenapa dan mengapa ia hanya memberi ruang kepada syaitan untuk menyelinap ke dalam hati. Tapi serasa aku syaitan telahpun lama menenggek dalam hatiku ini.

Berbalik kepada kata-kata tersebut, kadangkala terdapat manusia yang susah membuat keputusan, susah memberikan kata-kata ya atau tidak. Mengapa? Adakah kerana mereka takut akan dipertanggungjawabkan keatas keputusan yang telah dibuat. Tetapi dengan tidak membuat keputusan ya atau tidak juga,mereka sebenarnya telahpun mengambil keputusan. Makanya kenyataan tersebut telahpun menyimpulkan perbuatan. Maka fahamlah aku ..itulah keputusannya…

Bagaimana keputusan dibentuk? Keputusan dibentuk hasil daripada pertimbangan akal yang telah disaring oleh nilai dan ilmu yang telah lama bertapak dalam diri seseorang. Makanya keputusan seorang Muslim seharusnya bersandarkan kepada ilmu yang didasari oleh ajaran Islam dan sunnah Rasul, bukannya oleh nafsu dan apa yang dilakukan oleh orang banyak. Kerana apa yang berlaku dalam masyarakat telah lama lari jauh daripada Islam. Jadi mengapa perlu diteladani lagi. Cukup akal yang Allah beri untuk mencari ilmu bagi membuat keputusan yang diberkati didunia dan diakhirat.

Tidakkah kita ini takut akan segala keputusan yang dibuat diatas dunia dan akan dipersoalkan di akhirat kelak. Maka dengan pendekatan tidakmengambil keputusan juga janganlah kita ber fikir kita tidak akan dipertanggungkan kelak. Setiap perbuatan manusia hasil daripada pertimbangan akal yang Allah beri akan dipersoalkan nanti. Maka bersiaplah dan hati-hatilah dengan segala keputusan yang diambil dan ingatlah walau dengan tidak mengambil keputusan juga sebenarnya kita telahpun mengambil keputusan.

Wallahualam

Wednesday, February 3, 2010

Solat dan aku




“Tak guna solat tonggang tonggik kalau masih fikir begitu!! “

Penyataan yang sangat memedihkan tiap kali kedengaran apabila perbahasan bertukar pahit. Aku kalah kalau itu yang dilontarkan, tidak kiralah siapa yang melontarkan. Persoalan solat adalah urusan aku dengan Allah, hubungan aku dengan Allah, pengaduan aku dengan Allah, tiada sesiapa punya hak untuk mempersoalkan kualiti dan kuantiti solat aku kepada Allah. Hanya Allah mengetahui, hanya Allah berhak menilai!

Aku sangat marah bilamana kata-kata manusia hanya sekadar ingin menyakitkan hati. Tidak kesampaian maksud jika pernyataan disampaikan hanya untuk menyakitkan hati. Jika pernyataan tersebut disampaikan dengan niat ingin memperbaiki lagi kualiti dan kuantiti solatku..maka silakan. Aku dengan besar hati sudi menerima dan mendengar tunjukajar tersebut tetapi jangan cuba menempelak diriku dan hubungan aku dengan Allah. Jika ingin menurut jahatnya hatiku ini, maka terdetik juga ingin menjawab “alangkan dengan solat, fikiranku boleh sejahat ini, bagaimana agaknya jika tidak bersolat!” tetapi tidak pernah keluar kata-kata kurang beradab ini. Kenapalah akalku tidak secekap ini bila ingin menangkis kembali kata-kata pedas dan berbisa daripada manusia-manusia yang suka menempelak bila ditegur.

Kenapa ada manusia tidak suka ditegur? Adakah teguran aku tidak sesuai dan tidak selayaknya bagi sesetengah manusia? Atau adakah ada orang yang menganggap dirinya betul sentiasa maka tiada sesiapa berhak menegur! Angkuhnya manusia jika beranggapan diri tidak layak ditegur..moga-moga aku tidak tergolong dalam golongan manusia-manusia sebegitu. Atas dasar itulah kita dianjur mendengar kuliah-kuliah yang disampaikan oleh ustaz dan ustazah, carilah peluang mendengar sebelum sampai satu ketika bilamana mata dan matahati buta dan dibutakan oleh dunia dan nafsu semata. Pada waktu itu, diri telah rasa sempurna dan bebas daripada kesalahan kerana tidak pernah mendengar input yang seharusnya telah ada sebagai benteng sebelum berlakunya perkara-perkara yang boleh melalaikan dan merugikan diri sendiri.

Seperti kata anak aku, apabila aku memaksanya untuk pergi mendengar pengajaran kaedah-kaedah membaca dan mengambil nota.. bentaknya semua itu dia telah TAHU.. tetapi jawabku apa yang anak 10 tahun tahu, alangkan mama yang tua masih menuntut ilmu dan ada yang masih tidak tahu!. Ilmu perlu dan boleh dikutip sepanjang usia. Tidak semestinya cukup dengan ilmu yang dipelajari di bangku sekolah. Samalah juga dengan manusia-manusia yang liat untuk mendengar peringatan daripada ustaz2, malah pengajaran ustaz yang berbaur politik lebih digemari berbanding dengan ustaz yang mengajar sirah dan tauhid. Walaupun sirah,tauhid, adalah tajuk2 yang telah dilalui sewaktu sekolah dahulu namun ia sesuai didengar sepanjang zaman kerana ia akanmeningkatkan kecintaan kepada Rasullullah dan secara tidak langsung hati menjadi lembut dan dekat kepada kebenaran Allah dan Rasul.

Mengetahui sahaja tidak cukup. Dalam zaman yang serba mencabar dan dosa yang boleh dikutip sambil lewa., kita perlu untuk sering diperingatkan tentang keTAUHIDan Allah. Allah masih penyanyang, Allah maha mengetahui, Allah maha melihat dan mendengar.. mungkin dengan cara sedemikian manusia-manusia ini faham bahawa.. solat yang aku perbuat bukanlah untuk menunjukkan aku orang Islam semata tetapi sebagai proses pembersihan jiwaku secara berterusan kerana aku tidak tahu bagaimana lagi boleh aku perbaiki hatiku selain daripada mengadu pada Allah.

Being calm or being ambitious

 Assalamualaikum w.b.t. These few days i start thinking again..not that i havent been thinking all this while. Its just most of the time the...